Showing posts with label PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK). Show all posts
Showing posts with label PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK). Show all posts

Friday, February 15, 2019

Terbaik 6 Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Guru Dalam Penyusunan / Pembuatan Ptk

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berdasakan pada Panduan Pelaksanaan Program Penelitian Tindakan Kelas Tingkat Satuan Pendidikan Tahun 2016 Pelaksanaan bahwasannya aktivitas Penelitian Tindakan Kelas harus mengacu pada standar penjaminan mutu pendidikan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Puslitjakdikbud (Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud).

Beberapa catatan penting yang dinyatakan sebagai prinsip dasar PTK dan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti disarikan dari goresan pena Kasihani (1999) dan Suyanto (1997) berikut ini :

1.  PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan jalan melaksanakan perubahan-perubahan yang dilaksanakan dalam tindakan-tindakan. Kesiapan guru untuk berubah merupakan syarat penting bila akan melaksanakan perbaikan.

2.   Masalah yang diangkat dalam PTK harus merupakan perkara yang memang ada, faktual, menarik, dan layak untuk diteliti. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana dan nyata. Dengan demikian siklus dimulai dengan yang kecil sehingga perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi menjadi lebih jelas.

3.   Metodologi yang dipakai dalam PTK harus sempurna dan terpercaya. Bila metodologinya sempurna akan memberi peluang bagi guru untuk memformulasikan hipotesis tindakan dan berbagi taktik yang sanggup diterapkan di kelasnya. Hipotesis ialah tanggapan sementara terhadap problem yang diajukan dalam PTK.

4.   PTK merupakan proses sistematik, terukur, dan objektif yang memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. Pada dikala proses penelitian, maka peneliti dituntut berpikir kritis yaitu mulai memilih masalah, perencanaan tindakan baik yang bersifat teoritik maupun praktis, lalu dijabarkan dalam tindakan-tindakan. Sistematis artinya, setiap fenomena memiliki keterkaitan dengan fenomena lain. Terukur artinya, setiap hasil penelitian dijelaskan dengan indikator maupun ukuran tertentu. Obyektif artinya, menurut pada keadaan sebenarnya dan tanpa intervensi subyektivitas penulis

5.   Topik yang dikembangkan berkenaan dengan efektivitas metode mengajar yang dipakai oleh guru selama ini. Untuk guru SD ialah guru kelas, sedangkan guru Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas ialah guru mata pelajaran, sedangkan guru Sekolah Menengah kejuruan ialah guru kejuruan.

6.  PTK tidak hanya menyajikan kecenderungan metode mengajar guru menurut pada kelas dan mata pelajaran, tetapi juga merefleksikan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai bab dari peningkatkan profesionalisme guru.

Demikian beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan / penyusunan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Terbaik Aliran / Panduan Penelitian Tindakan Kelas / Ptk Tahun 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan layanan dan pendidikan bagi semua pihak akan dilakukan dengan kerangka pikir membentuk insan dan ekosistem berkarakter. Dengan insan dan ekosistem pendidikan berkarakter, diperlukan ada penyebarluasan praktik baik dan inovasi.

Ada tiga taktik yang dirancang untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, peningkatan mutu dan akses, danpengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.

Pada taktik pertama, yaitu penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, yang akan dilakukan yakni empowerment (memberdayakan) guru, orang tua, dan kepala sekolah.

Peningkatan mutu dan susukan akan dilakukan dengan membuka layanan seluas-luasnya bagi masyarakat. Dalam hal pelibatan publik, kegiatan-kegiatan pendidikan tidak lagi dipandang sekadar kegiatan pemerintah. Semua pihak harus terlibat dalam menggerakkan kegiatan tersebut.

Ketiga taktik itu muaranya yakni untuk mewujudkan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Dilandasi Semangat Gotong Royong”. Yang dicerdaskan tidak hanya insan atau manusianya, tetapi juga ekosistem atau kehidupannya.

Perwujudan insan dan ekosistem pendidikan berkarakter tersebut harus didukung semua pihak. Sekolah berada di baris terdepan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan, dan guru merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pendidikan sekolah yang baik.

Guru merupakan sumber info kebijakan dalam penelitian kebijakan. Bila guru-guru hebat, maka sekolah, siswa, dan lingkungan juga akan hebat. Pasalnya, guru berperan penting dalam menciptakan suasana berguru di sekolah menjadi menyenangkan. Seorang siswa akan menyukai mata pelajaran bukan alasannya yakni buku teks mata pelajaran, melainkan sosok seorang guru yang sanggup membawakan suasana menyenangkan dalam proses berguru mengajar.

Agar guru terus sanggup menjaga kualitas dan mutu pembelajaran di sekolah, maka guru harus terus mengkaji, menciptakan penemuan dan melaksanakan perubahan-perubahan dalam peroses pembelajaran di kelas. Salah satu upaya dari sekian banyak alternative pemecahan dilema yang sanggup dilakukan guru yakni dengan melaksanakan penelitian yang berkenaan dengan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

Penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK sangat mendukung kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah yang muaranya yakni peningkatan kualitas pendidikan.

Hal ini, alasannya yakni dalam proses pembelajaran, guru yakni teoretisi dan praktisi yang sangat menentukan. Peningkatan kualitas pembelajaran, merupakan tuntutan logis dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang semakin pesat.

Perkembangan Ipteks mengisyaratkan pembiasaan dan peningkatan proses pembelajaran secara berkesinambungan, sehingga berdampak konkret terhadap peningkatan kualitas lulusan dan keberadaan sekolah daerah guru itu mengajar.

Penyelenggaraan PTK memperlihatkan pengalaman berharga bagi guru dalam upaya memperbaiki dalam skala yang lebih makro, pengalaman guru akan memiliki dampak externality bagi perumusan kebijakan. Hal ini terutama kalau PTK yang dilakukan oleh guru sanggup dipusatkan pada suatu tema kebijakan tertentu. Hasil PTK yang dilakukan merupakan bukti empiris kalau pelaksanaannya dilakukan menurut prinsip-prinsip penelitian sosial secara benar dan konsisten.

Oleh alasannya yakni itu, berbekal pengalaman tahun sebelumnya, Puslitjakdikbud merasa perlu mengadakan kembali kerjasama penelitian tindakan kelas bagi guru-guru dengan prosedur pemberian dana pemberian penelitian semoga hasil penelitian guru tersebutbermanfaat bagi sekolah, orang tua, masyarakat, dunia industri dan dunia usaha, organisasi profesi, dinas pendidikan, dan kementerian pendidikan.

Download selengkapnya Panduan Pelaksanaan Program Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tahun 2016 silahkan klik di sini. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!