Sunday, September 8, 2019

Terbaik Un Tahun 2015 Mengutamakan Kejujuran Dan Integritas

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berdasarkan publikasi pada situs Kemendikbud RI bahwasannya UN Bukan Untuk Lulus 100 Persen, Tetapi Jujur 100 Persen.

Apa tujuan dari ujian nasional (UN)? Tujuannya yaitu untuk mengetahui capaian berguru seorang siswa. Ini merupakan hak seorang siswa untuk mengetahui capaian belajarnya. 

Oleh lantaran itu lakukan UN bukan untuk lulus 100 persen, tetapi lakukanlah dengan jujur 100 persen, lantaran tahun ini UN tidak menjadi syarat kelulusan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, dikala mengunjungi salah satu televisi di tempat Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2015). 

”Mulai tahun ini kelulusan 100 persen ditentukan oleh sekolah. Yang dinilai yaitu seluruh mata pelajaran termasuk sikap siswa. Oleh lantaran itu siswa jangan mengakibatkan UN sebagai beban,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menekankan kembali, UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, tetapi UN sanggup dipakai untuk mendaftar pada jenjang pendidikan berikutnya. Dengan begitu, UN sanggup menunjukkan sikap nyata kepada siswa dan guru. Siswa berguru bukan lantaran takut untuk menghadapi UN, tetapi berguru untuk mewujudkan impian mempunyai nilai yang lebih tinggi.

”Karena nilai yang tinggi itu akan membantu mereka mendapat sekolah yang lebih baik. Sehingga sanggup menanamkan teladan sikap yang positif,” ucap Mendikbud.

Mendikbud berharap dengan tidak dimasukkannya UN sebagai syarat kelulusan, ke depan sanggup menanamkan sikap siswa bahwa mengikuti UN itu yaitu semangat untuk mendapat prestasi yang baik. ”Jangan lakukan kecurangan-kecurangan yang selama ini banyak dikabarkan. Tetapi lakukan dengan jujur, dan raihlah prestasi yang baik,” pesan Mendikbud.

Utamakan Ujian Nasional Berintegritas

Tahun ini ada yang berbeda dari pelaksanaan ujian nasional (UN). Karena tidak lagi menjadi syarat kelulusan, maka pelaksanaan UN yang berintegritas harus diutamakan. Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Furqon.

“Yang ditekankan tahun ini yaitu menomor satukan kejujuran dalam pelaksanaan UN. Jangan kita melaksanakan kegiatan dengan mengorbankan abjad siswa,” ujar Furqon.

Ia menambahkan, untuk mendukung upaya pelaksanaan UN yang berintegritas, Kemendikbud melaksanakan dua upaya. Komunikasi, kata Furqon, sebagai upaya pertama. Komunikasi yang dilakukan yaitu mengkampanyekan pelaksanaan UN yang berintegritas kepada semua pihak, dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga dengan satuan pendidikan. Kemendikbud juga melaksanakan obrolan perihal pentingnya mendidik belum dewasa bangsa yang berintegritas, sehingga mereka akan menjadi penerus bangsa yang inspiratif di masa depan.

 “Bagi orang-orang yang tidak berintegritas, maka mereka akan tersisihkan dalam percaturan global. Oleh lantaran itu tanamkan jiwa berintegritas dalam diri belum dewasa kita,” ucap Furqon.

Selain melaksanakan komunikasi dengan berkampanye dan dialog, Kemendikbud juga melaksanakan analisis perihal indeks integritas setiap sekolah. Furqon mengatakan, hasil dari analisis ini akan disampaikan per provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah. Dari hasil analisis jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akan disampaikan ke tingkat perguruan tinggi tinggi, khususnya panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Dengan hasil analisis tersebut, dibutuhkan ujian nasional sanggup menjadi materi pertimbangan penerimaan mahasiswa baru,” kata Furqon.  
 
Selanjutnya mengenai persiapan pencetakan naskah soal ujian nasional berbahan kertas, tutur Furqon, hingga dengan hari kemarin sudah mencapai sekitar 99,6 persen. Ia mengharapkan pada hari ini sudah mencapai 100 persen naskah UN siap kirim.

“Sesuai dengan pantauan kami hingga dikala ini tidak ada keterlambatan pengiriman naskah soal UN. Kami belum mendengarkan adanya hambatan-hambatan pengiriman dan penggandaan soal-soal un,” pungkas Furqon. (Seno Hartono)

Sumber tumpuan artikel : www.kemdikbud.go.id

Saturday, September 7, 2019

Terbaik Di Finlandia, Pelajaran Matematika Dan Kimia Dihapus

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kesempatan kali ini, admin akan bagikan isu ihwal di Finlandia untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia dihapus yang admin share dari Tempo.co.id selengkapnya sebagai berikut…

Helsinki - Finlandia yang menjadi salah satu negara barometer pendidikan terkemuka di dunia bakal melaksanakan perombakan paling radikal dalam sistem pendidikan modern.

Mulai tahun 2020, negara ini menghapus setahap demi setahap mata pelajaran individual menyerupai matematika, kimia, dan fisika. Sebagai gantinya, siswa diajarkan ihwal topik-topik atau fenomena yang luas dan kasatmata sehingga tak ada lagi pertanyaan menyerupai "apa gunanya berguru mata pelajaran ini?"

Langkah revolusioner itu dilakukan menurut uji coba semenjak dua tahun kemudian yang menghapus mata pelajaran individual untuk pelajar usia 16 tahun di Helsinki, ibu kota negara. Selain itu, 70 persen guru Sekolah Menengan Atas di Helsinki dilatih dengan pendekatan gres tersebut. Hasil uji coba mengatakan bahwa siswa merasa senang dan diuntungkan.

Richard Garner dari The Independent melaporkan bahwa output terukur dari murid telah membaik semenjak sistem gres diperkenalkan. Cetak biru Kyllonen atau kurikulum pendidikan gres yang merujuk nama Marjo Kyllonen, Manajer Pendidikan Helsinki, akan dipublikasikan tamat bulan ini. Kurikulum gres itu bakal diterapkan pada tahun 2020.

Para perencana menjelaskan ketimbang mengikuti satu jam pelajaran geografi dan satu jam pelajaran sejarah menyerupai ketika ini, lebih baik siswa berguru ihwal Uni Eropa selama dua jam. "Di dalamnya mencakup pelajaran bahasa, ekonomi, sejarah, dan geografi," katanya.

Contoh lain, siswa sekolah kejuruan yang mempraktekkan sistem 'pelayanan di kantin' akan sekaligus berguru matematika, bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun siswa masih mempelajari semua teori-teori ilmiah yang penting, mereka akan mencari tahu apa yang mereka pelajari dengan menerapkannya yang bersama-sama terdengar cukup mengagumkan.

Pasi Silander, Manajer Pengembangan Helsinki yang memimpin proyek perubahan ini menekankan pentingnya pelajaran yang sanggup membantu siswa memasuki dunia kerja. "Yang kami butuhkan kini yaitu jenis pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan orang bekerja," katanya.

Anak-anak muda masa kini sudah andal memakai komputer. Pada masa kemudian semua bank mempunyai banyak pegawai yang menghitung angka secara manual tapi kini semuanya telah berubah. "Oleh alasannya itu kita harus menciptakan perubahan dalam pendidikan yang diharapkan untuk industri dan masyarakat modern," katanya kepada Garner.

Sistem gres ini juga mendorong banyak sekali jenis pembelajaran, menyerupai memecahkan duduk perkara dalam berinteraksi dan bersosialisasi di antara kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membantu berbagi keterampilan siswa untuk siap berkarier.

"Kita harus memikirkan dan merancang ulang sistem pendidikan sehingga sanggup mempersiapkan belum dewasa kita di masa depan dengan keterampilan yang diharapkan untuk hari ini dan esok," kata Marjo Kyllonen. Menurut Marjo, ada sekolah yang mengajar dengan cara kuno yang mempunyai kegunaan hanya untuk masa-masa di awal tahun 1900-an. Tetapi kebutuhan tidak sama, katanya, dan kita perlu sesuatu yang cocok untuk kala ke-21.

Memang, ada beberapa reaksi dari para guru yang menghabiskan seluruh kariernya dengan mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu. Namun cetak biru kurikulum gres ini mengatakan bahwa guru dari banyak sekali latar belakang berbeda akan bekerja sama untuk menerapkan topik-topik dari kurikulum gres ini. Mereka juga akan mendapatkan insentif dengan melaksanakan sinergi itu.

Finlandia diakui mempunyai salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Secara terus-menerus, negara ini berada pada peringkat atas PISA untuk mata pelajaran bergengsi menyerupai matematika, sains, dan membaca. Apakah perubahan radikal ini bakal membantu mereka untuk tetap mempertahankan posisi itu?

Referensi artikel : Finlandia Hapus Pelajaran Matematika dan Kimia – Tempo.co

Terbaik Juknis Penyaluran Pertolongan Profesi Tahun 2015 Dikdas

Sahabat PTK dan Operator Sekolah yang berbahagia…

Berikut links download Juknis Pembayaran TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) melalui DIPA P2TK Dikdas di tahun anggaran 2015 yang admin share dari situs Ditjen Dikdas Kemdikbud RI. 

Sebagaimana disampaikan Direktur Ditjen Dikdas, Bpk. Sumarna Surapranata, Ph.D pada Juknis tersebut bahwasannya pada tahun anggaran 2015, penyaluran derma profesi bagi seluruh guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) lulusan kegiatan sertifikasi tahun 2006 hingga dengan tahun 2014 dibayarkan melalui dana transfer daerah.

Sedangkan penyaluran derma profesi bagi guru bukan PNS dan guru PNS binaan provinsi dan pengawas satuan pendidikan binaan provinsi dibayarkan melalui pusat. Mekanisme yang dipakai untuk pelaksanaan pembayaran derma profesi melalui DIPA tahun 2015 Dit. Pembinaan PTK Dikdas dilakukan dengan cara sistem digital (Dapodik).

Ruang lingkup Petunjuk Teknis pembayaran derma profesi bagi guru PNS Jenjang Pendidikan Dikdas di bawah binaan provinsi dan guru bukan PNS Jenjang Pendidikan Dasar serta pengawas satuan pendidikan Pendidikan Dasar di bawah binaan Provinsi melalui DIPA tahun 2015 Direktorat Pembinaan PTK Dikdas meliputi: kriteria guru akseptor derma profesi, pembayaran derma profesi, kegiatan pelaksanaan program; mutasi, pembatalan, dan penghentian pembayaran derma profesi; pengendalian, pengawasan, dan pelaporan, serta hukuman atas pelanggaran dalam pelaksanaannya.

Download selengkapnya Juknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru jenjang Dikdas tahun 2015 selengkapnya pada links berikut… Semoga bermanfaat dan terimakasih….

Terbaik Klarifikasi Dio (Diklat Interaksi Online) Padamu Negeri

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Indonesia mempunyai 3 juta Guru yang harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya seiring dengan perkembangan jaman secara berkelanjutan. Diperlukan terobosan gres untuk sanggup mempercepat banyaknya jumlah guru yang dididik dan dilatih secara berkesinambungan namun dengan anggaran yang efisien. 

Pendidikan dan Pelatihan secara Online menjadi salah satu pilihan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PKB) dengan banyak sekali manfaat sebagai berikut:

1.  Akses yang lebih luas. Penyelenggara training menyerupai P4TK sanggup menyediakan kanal pengembangan profesional lebih luas bagi lebih banyak guru.

2.   Berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Interaktivitas dari kelas online yang dilakukan oleh tim P4TK Matematika sesuai klaim mereka, berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Modul online sanggup dievaluasi dari waktu ke waktu, diperbaiki dan diubahsuaikan untuk pemanfaatan berikutnya.

3.   Penyampaian yang fleksibel. Pelatihan disampaikan dengan lebih fleksibel dalam bentuk online secara penuh maupun hybrid, dengan banyak sekali skenario (misalnya berguru berkelompok dalam KKG/MGMP atau berguru secara mandiri).

4.  Penggunaan yang meluas ke ruang kelas. Guru akan sanggup memanfaatkan material online di ruang kelas mereka untuk para siswa.

5.   Pemanfaatan teknologi. Ketika mengikuti pembelajaran online, guru akan berguru juga dalam memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan, menemukan, berbagi dan mempublikasikan pengetahuan dan informasi.
Dengan banyak sekali manfaat tersebut diatas, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Peningkatan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk mengujicobakan training online yang masif, terstruktur, sistematis, efisien dan berkualitas serta diakui sebagai bab dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).


Terbaik Pemanis Gaji Operator Sekolah Mulai Dibayar Dari Dana Tempat Kabupaten Tebo

Sahabat Operator Sekolah yang berbahagia… Mulai tahun anggaran 2015 ini, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga telah merealisasikan gaji khusus bagi Rekan-rekan Operator Sekolah dari seluruh jenjang pendidikan mulai dari operator SD, SMP, SMA/SMK, SLB.

Dan bukan itu saja gaji khusus bagi Operator Sekolah ini juga diberikan kepada seluruh Operator UPTD tingkat kecamatan masing-masing.

Akan tetapi realisasi untuk tahun ini diberikan bagi Rekan-rekan Operator Sekolah yang bertugas pada sekolah-sekolah yang berstatus negeri dan dibayarkan secara bertahap.

Pembayaran gaji komplemen bagi operator sekolah maupun operator UPTD Disdikbudpora di wilayah Kabupaten Tebo untuk tahun anggaran 2015 diberikan sebesar Rp. 300.000,- / bulan dan untuk tahun pertama kali adanya gaji komplemen bagi operator, ialah pada tahun anggaran 2015 ini direalisasikan selama 6 bulan.

Dan jumlah gaji komplemen dari tempat ini akan diusahakan pada tahun mendatang jumlahnya sanggup ditambah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo (Bpk. Zulkipli, S.Pd, M.Si) dalam pembukaan program yang berlangsung di aula dinas pada hari Rabu, 02 April 2015.
Pembukaan Acara Pertemuan Operator Sekolah di Aula Disdikbudpora Kab, Tebo (Rabu, 1 April 2015)
Dalam sambutannya, dia juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta berterimakasih kepada seluruh operator sekolah di wilayah kabupaten Tebo yang telah bekerja keras dalam melakukan kiprah pendataan di sekolahnya masing-masing. Beliau pun sempat menanyakan keadaan progress pengiriman data via aplikasi Dapodik pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah yang tergolong sulit kanal internet.

Dalam program tersebut, jajaran pejabat di lingkungan Dinas Dikbudpora jenjang Dikdas juga hadir di tengah-tengah program pertemuan seluruh operator sekolah pada seluruh jenjang maupun operator UPTD di wilayah kabupaten Tebo di antaranya : Kabid Dikdas (Bpk. A. Dumyati), Kasi Dikdas (Bpk. Firdaus), dan juga Operator Dapodikdas Dinas (Bpk. Atri Nuriza) dan juga Admin Dinas untuk pendataan di Padamu Negeri (Ibu Yusnita).

Penetapan SK Operator Sekolah dan juga untuk Operator UPTD nantinya akan ditetapkan dengan SK Kepala Dinas Disdikbudpora Kab. Tebo.

Pembayaran pada tahap pertama diberikan kepada seluruh Operator UPTD serta Operator SMP, dan untuk pembayaran selanjutnya akan dilakukan untuk Rekan-rekan pada jenjang pendidikan SD dan juga SMA/SMK.

Honor bagi Rekan-rekan Operator Sekolah ini tentu saja sangat berarti selain adanya gaji dari masing-masing sekolah bersangkutan yang didasarkan pada Juknis BOS 2015 pada masing-masing jenjang yang jumlahnya memang relatif menurut kebijakan setiap sekolah tentunya.

Saya pribadi bersama Rekan-rekan operator sekolah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga serta kepada Pemerintah Kabupaten Tebo. Semoga ke depannya kualitas administrasi pendidikan sekaligus kualitas dari pendidikan di wilayah kabupaten Tebo pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya semakin meningkat dan terus lebih baik… Aamiin…

Salam Satu Data Berkualitas…!

Friday, September 6, 2019

Terbaik Sekolah Yang Menyenangkan Beri Pilihan Tantangan Bermakna Bagi Siswa

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Pembelajaran di sekolah akan efektif kalau seluruh siswa dalam proses belajarnya merasa senang, dan tentu saja ini didapatkan oleh siswa kalau sekolah sanggup menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.

Sekolah menyenangkan bukan berarti semua kemudahan yang glamor di sekolah tentunya, namun kreatifitas dalam pembelajaranlah yang akan menimbulkan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi siswa untuk belajar.

Terkait dengan apa dan bagaimana ciri-ciri dari sekolah yang menyenangkan itu? Berikut admin share wacana kriteria dari sekolah yang menyenangkan yakni sekolah menyenangkan beri pilihan tantangan bermakna bagi siswa yang admin kutip dari situs Kemdikbud RI, selengkapnya sebagai berikut…

Sekolah menyenangkan ialah sekolah yang menawarkan tantangan bagi siswa. Dengan kata lain, sekolah yang menyenangkan sanggup diartikan sebagai wahana yang kondusif dan menyehatkan serta menawarkan pilihan tantangan yang bermakna bagi siswa.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, pada program Penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2015, di Depok, Selasa (31/3/2015).

Mendikbud menyampaikan, salah satu prinsip sekolah menyenangkan ialah pembelajaran dengan ragam pilihan tantangan, di mana masing-masing siswa diberikan pilihan dan tantangan yang sesuai.

Dia mengimbau, semoga belum dewasa melihat sobat sebayanya sebagai individu-individu yang memiliki potensi yang bervariasi. Olimpiade Sains Nasional itu, kata beliau mengambil contoh, merupakan hal yang penting tetapi tumbuhkan juga kompetisi di bidang lainnya untuk diberi tempat. “Berikan ruang untuk memunculkan kreatifitas. Berikan ruang untuk memunculkan gagasan baru,” katanya.

Mendikbud mengungkapkan, prinsip sekolah menyenangkan selanjutnya ialah pembelajaran yang menawarkan makna. Pembelajaran ini, kata dia, berkhasiat untuk jangka panjang dan terkait dalam pemecahan masalah-masalah secara nyata. Dia mengajak para guru semoga sanggup merangsang siswanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang subtantif alasannya ialah pertanyaan subtantif sanggup mengarahkan pada inspirasi.

“Hindari belum dewasa kita diajak menghafal teori tanpa menawarkan pemahaman pada belum dewasa wacana manfaat memperlajarinya,” ujarnya.

Mendikbud menginginkan, institusi pendidikan benar-benar menjadi wahana mencar ilmu yang baik. Prinsip yang mendasari sekolah menjadi menyerupai taman yang menyenangkan, kata dia, ialah semua ikut terlibat baik siswa, guru, orang tua, dan kepala sekolah.

Salah satu misalnya menghadirkan orang bau tanah ke sekolah untuk menceritakan pekerjaannya kepada anak-anak. Tak problem profesinya, kata dia, tetapi biarkanlah belum dewasa melihat orang bau tanah menceritakan pengalaman nyata. “Semua saling mendukung dan menjadi teladan bagi komunitasnya,” tuturnya.

Mendikbud menyebutkan, prinsip sekolah menyenangkan lainnya ialah pembelajaran yang relevan dengan kehidupan. Kita, kata dia, jangan mengajarkan belum dewasa hal yang tidak relevan dan jauh dari kehidupannya.

Dia mencontohkan, di suatu sekolah di tempat terpencil ada goresan pena di papan tulis yang menceritakan bagaimana cara berenang di bak renang, sementara di sekitar sekolah tersebut tidak ada bak renang. Yang ada ialah sungai. “Anak-anak diajak berimajinasi bak renang. "Kita sedang mengajak mereka menjadi orang kota. Tanpa disadari kita sedang mengotakan anak kita. dengan menyampaikan anda harus di bak renang sana,” ucapnya. (Agi Bahari – www.kemdikbud.go.id)

Terbaik Porsi Training Kepala Sekolah Dan Guru Ditambah Untuk Meningkatkan Kualitas / Mutu Pendidikan

Sahabat Edukasi yang berbahagia….

Dalam rangka meningkatkan kualitas pemain film dunia pendidikan di sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperbesar porsi pelatihan, khususnya untuk guru dan kepala sekolah.

Disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, ke depan pengembangan kualitas ini akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

"Jumlahnya besar. Asumsikan saja jumlah kepala sekolah itu sebanding dengan jumlah sekolah yang ada, sekitar 208 ribu sekolah," kata Menteri Anies pada konferensi pers penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/03/2015).

Mendikbud mengatakan, bentuk pembinaan bagi pelaku pendidikan ini direncanakan akan lebih substantif, dan bukan sekadar formalitas administratif saja. Saat ini tempat pembinaan khusus untuk kepala sekolah sudah ada di Solo, Jawa Tengah.

Tempat yang berjulukan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) ini akan menjadi teladan bagi tempat lain dalam melatih guru dan kepala sekolah.

Mendikbud menuturkan, pembinaan harus menyentuh kepala sekolah dan guru biar mempunyai kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang ideal. Bentuk dari pembinaan ini, kata Mendikbud, juga akan mempertimbangkan program-program yang pernah ada tapi tidak lagi dijalankan.

Jika kegiatan tersebut mempunyai efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya, maka tidak menutup kemungkinan akan dihidupkan kembali.

Menteri Anies mengatakan, yang paling penting harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah ialah kepemimpinan yang baik.  Ia mengatakan, intinya semua guru ialah pemimpin. Namun bila selama ini kepemimpinannya gres sebatas di dalam kelas dengan sejumlah murid, dengan menjadi kepala sekolah level kepemimpinan dan manajerialnya harus ditingkatkan.

"Tinggal levelnya saja. Yang penting leadership-nya bukan kriteria manajemen semata," katanya. (Aline Rogeleonick - www.kemdikbud.go.id)