Monday, December 22, 2003

Terbaik Hukum Pengelolaan Kurikulum Dan Urutan Pengaturan Aktivitas Kelas Mingguan Di Padamu Negeri 2015

Sahabat Operator / Admin sekolah Padamu Negeri di semester 2 (genap) tahun pelajaran 2014/2015 yang berbahagia…

Pengelolaan Kurikulum di Padamu Negeri menjadi dasar mata pelajaran pada pengelolaan Jadwal Kelas Mingguan dari setiap sekolah.

Adapun hukum pengelolaan Kurikulum di sistem Padamu Negeri memakai ketentuan, selengkapnya sebagai berikut :

1.   Semua jenjang pendidikan mempunyai Kompetensi yang telah ditetapkan oleh sistem :

1.   Jenjang TK, SD, dan Sekolah Menengah Pertama secara bawaaan (default) mempunyai kompetensi = Umum.
2.   Jenjang RA, MI, dan MTS secara bawaan (default) mempunyai kompetensi = Umum.
3.  Jenjang Sekolah Menengan Atas secara bawaan (default) mempunyai 4 kompetensi yaitu: Umum, MIA/IPA, IIS/SOSIAL dan IIB/BAHASA
4. Jenjang MA secara bawaan (default) mempunyai 5 kompetensi yaitu: Umum, MIA/IPA, IIS/SOSIAL, IIB/BAHASA dan Keagamaan.
5. Jenjang SMK/MAK secara bawaan (default) mempunyai banyak kompetensi yang mengacu pada Spektrum Keahlian Sekolah Menengah kejuruan tahun 2008 dan Spektrum Keahlian Sekolah Menengah kejuruan tahun 2013

2.   Setiap Kompetensi mempunyai paket mata pelajaran standar nasional masing-masing. Sistem Padamu Negeri menyediakan bawaan (default) 2 jenis paket mata pelajaran standar nasional dimaksud, yaitu:

1.  Paket mata pelajaran sesuai Permendikbud no. 22 2006 dan Permenag no.2 tahun 2008
2.   Paket mata pelajaran sesuai Permendikbud no. 67, 68, 69, 70 tahun 2013.

3.  Sekolah yang menerapkan kurikulum KTSP sanggup memodifikasi/menambah mata pelajaran gres tertentu sesuai kebutuhan sekolah. Setiap modififkasi/menambah suatu mata pelajaran gres dimaksud wajib bereferensi dengan mata pelajaran standar nasional yang telah disediakan sistem.  

4. Sekolah sanggup memodifikasi/menambah mata pelajaran muatan lokal sesuai kebutuhan masing-masing. 


Urutan Pengelolaan Jadwal Kelas Mingguan Padamu Negeri Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015

Gunakan langkah berikut sesuai urutan dalam mengelola Jadwal Kelas Mingguan di sekolah, sebagai berikut :

1.   Menetapkan Kompetensi di Profil Sekolah (khusus SMA/MA dan SMK/MAK).
2.   Menetapkan pilihan Jenis Kurikulum KTSP/K13 pada setiap tingkat.
3.   Sinkronisasi Mata Pelajaran Nasional pada setiap tingkat sesuai kurikulum yang telah dipilih pada poin 2.
4.   Menyusun Mata Pelajaran Jenis Muatan Lokal
5.   Menyusun Kelas-Kelas pada setiap tingkat.
6.   Mengatur model (template) kelas.
7.   Menyusun Jadwal Kelas Mingguan

Bagaimana cara Pengelolaan Jadwal Kelas Mingguan Padamu Negeri Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 sanggup dilihat pada links artikel berikut.

Demikian Pengelolaan Kurikulum dan urutan Pengelolaan Jadwal Kelas Mingguan di Padamu Negeri 2015 yang admin share dari laman Padamu Negeri Kemdikbud. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi...!

Tuesday, December 2, 2003

Terbaik Keputusan Nilai Un Tidak Dipakai Untuk Kelulusan Snmptn 2015

Sahabat Edukasi yang dikala ini sedang berbahagia… 

Khususnya bagi adhik-adhik pelajar SMA/SMK sederajad, berikut warta ihwal keputusan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir, bahwasannya nilai Ujian Nasional tahun 2015 ini tidak digunakan dalam kelulusan SNMPTN (Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri).

Dengan keputusan itu, Menristek Dikti menyampaikan segera mengoreksi Peraturan Menristek-Dikti ihwal penerimaan mahasiswa baru. Sebab dalam peraturan ini, Nasir memutuskan bobot nilai Unas dalam pertimbangan kelulusan SNM Perguruan Tinggi Negeri sebesar 10 persen.

Pertimbangan lainnya dari nilai rapor semater I hingga V, catatan prestasi akademik lainnya, serta pertimbangan lain yang ditetapkan rektor.

"Aturan itu sudah tidak berlaku. Segera saya terbitkan peraturan baru," katanya di kantor Ditjen Dikti Kemenristek-Dikti, Jakarta kemarin (12/2). Dia menjelaskan, pertimbangan kelulusan SNM Perguruan Tinggi Negeri tahun ini tinggal dari rekaman nilai rapor, catatan akademik lain, serta indikator-indikator lain yang ditetapkan majelis rektor PTN.

Nasir tidak menampik bahwa akhir-akhir ini para rektor Perguruan Tinggi Negeri berdebat sangat alot. Diantara bahan perdebatannya adalah, di Sekolah Menengan Atas saja nilai unas tidak digunakan sebagai pertimbangan kelulusan. Lantas kenapa para rektor Perguruan Tinggi Negeri dipaksa untuk mengakibatkan nilai Unas sebagai salah satu pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Meski telah memastikan nilai unas tidak digunakan sebagai penentu kelulusan SNM PTN, Nasir menyampaikan pelaksanaan unas harus kredibel dan serius. Sebab Kemenristek-Dikti bersama para rektor Perguruan Tinggi Negeri akan meneliti sebaran nilai Unas 2015. Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, akan meneliti hubungan nilai Unas dengan nilai rapor di setiap kawasan hingga sekolah.

"Apakah korelasinya negatif atau postif," ujarnya. Korelasi keduanya positif kalau rata-rata nilai rapor dan nilai unas sama-sama cantik atau sama-sama jelek. Sedangkan hubungan negatif kalau rata-rata nilai unas bagus-bagus, tapi nilai rapor jelek-jelek. Atau sebaliknya, nilai unas jelek-jelek tetapi nilai rapornya bagus-bagus.

Jika hubungan nilai Unas dengan nilai rapor positif, Nasir menyampaikan tahun depan tidak menutup kemungkinan kebijakannya diganti lagi. Yakni memakai nilai unas sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN. Sebaliknya kalau hubungan keduanya negatif, berarti ada potensi kecurangan dikala pengisian nilai rapor. Atau dapat juga kecurangan dalam pwnyelenggaraan unas.

Dengan keputusan final ini, nilai Unas sama sekali tidak dapat menggugurkan ketetapan kelulusan SNM PTN. Siswa yang ditetapkan lulus SNM Perguruan Tinggi Negeri pada 9 Mei 2015, hanya dapat dianulir kalau beliau dinyatakan tidak lulus sekolah (SMA/sederajat) pada 18 Mei 2015.

Sebab mustahil ada mahasiswa yang tidak lulus sekolah. Perlu diingat kini tidak ada lagi istilah tidak lulus atau lulus Unas.Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengaku belum mendengar pribadi keputusan dari Menristek-Dikti terkait posisi nilai unas dengan SNM PTN.

"Saya tidak mau berandai-andai," katanya. Nizam hanya mendengar, muncul pemberian dari dewan perwakilan rakyat semoga nilai unas tetap digunakan sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN. (wan)